Segala hal yang ada di dunia ini penuh dengan MISTERI. Tuhan mencipta dunia begitu sempurna, indah dan syarat akan petuah.
Sabtu, 24 April 2010
BERANI MENINGGALKAN KENYAMANAN
Tahun pertamanya dinegri orang, dia merasakan sebuah kebebasan yang membuat dia seakan-akan menemukan sebuah dunia baru yang belum pernah dia jelajahi sebelumnya. Menemukan banyak orang asing, mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah ditemukannya waktu dikota kelahirannya dulu, mencoba berbagai macam makanan yang belum menyentuh bibirnya sama sekali. Seakan menemukan permainan babak baru dalam hidupnya. Dian tidak harus penuh dengan usaha beradaptasi dengan lingkungan barunya karena dia merasa sebuah kehidupan yang menurut dia luar biasa. Selain itu juga masih ada saudara sepupunya di tahun pertamanya tersebut. Setelah tahun pertama yang Dian lalui bersama saudaranya itu dengan penuh semangat, tibalah sepupunya undur diri dari kota tempat dia mengadu nasib demi sebongkah ilmu ini itu. Saodara sepupunya telah menyelesaikan kuliahnya dan menjadi seorang sarjana yang tentunya masih belum mendapakan sebuah pekerjaan layaknya sarjana-sarjan lain di negara ini yang tentunya jarang sekali memiliki sebuah nilai jual atau nilai tambah yang kemudian membuat mereka bisa memasuki "pasar" tenaga manusia.
Di tahun keduanya ini dia harus hidup dinegeri orang dengan tangan dan kepalanya sendiri. Dia mencoba beradaptasi dengan lingkungan tempat tinggalnya sekarang. Meski kamar yang dia tempati tergolong besar dari kamar yang ia miliki waktu dirumahnya, yaitu 3 x 4 meter persegi, namun tak begitu membuat tidurnya nyenyak dimalam hari. 12 bulan pun telah dia lewati dengan semua adaptasi yang dibuatnya sendiri. Entah dengan memberikan gambar atau poster di dinding kamar, mengecat tembok kamar dengan warna-warna yang inspiratif bagi dia, ataupun dengan menata semua perabotannya tiap 2 bulan sekali. Pada tahun ketiganya, dia merasa harus menjadi seorang survival. Dunia yang dia tempati saat ini menuntutnya untuk memiliki mobilitas yang begitu tinggi. Harus membekali diri sendiri dengan kepala yang tak lagi "waras". Begitulah dia menyelesaikan tahun ketiganya dengan merasa penuh tekanan yang membuat Dian berfikir akan kenyamanan yang dia rindu pada 2 tahun lalu. Saat merasakan sebuah rumah yang benar-benar home sweet home. Hati yang dulu riang dan penuh dengan canda yang selalu merekah ditahun pertamanya meninggalkan rumah, kini telah beringsut menjadi sebuah senyuman sinis akan sebuah dunia yang ia tempati saat ini, "realis sekali duniaku sekarang, tidak ada satu tanganpun yang mau terulur untuk sekedar bersalaman atau sekedar mempersilahkan. Apakah ini yang sekarang menjadi style dari perubahan jaman yang semakin tak bisa diprediksi ini?".
Ketika hari hujan disore hari, Dian menatap keluar jendala dan angannya melayang pada seorang pialang saham yang dulu menjadi impiannya. Dia bertekad dalam hatinya, "aku harus kuat dengan berbagai resiko yang akan aku hadapi ditahun keempatku. Aku akan segera menyelesaikan studiku dan akan menjenguk sejenak kenyaman yang dulu pernah membuaiku dalam sebuah kearifan hati yang kemudian akan meninggalkannya kembali kenegri yang lebih tak bisa disangka-sangka setiap detinya. Dan tanpa terasa air bening menetes pada pipinya. Seluruh kemesraan, cinta kasih, kesopanan, dan keijakkan yang ada dirumahnya dulu membuat rumah dalam hatinya pengap. Tak ada lagi ventilasi dalam rumah hatinya, hingga sesak menghentakkan seluruh teriakkannya membumbung ke awan senja kemuning. Aku harus kuat...aku harus tegar...aku harus bisa menghadapi semuanya didunia yang tinggallah aku seorang diri untuk menggapai semua mimpi-mimpiku. Kurang lebih seperti itulah makna teriakkan yang ia bumbungkan itu.
Renungan :
Memiliki impian yang besar adalah kewajiban dalam sebuah kehidupan. Perencanaan yang detailpun juga harus dilakukan untuk menjadikannya nyata. Ketika kita telah melangkahkan kaki untuk menggapai impian itu janganlah kembali menengok kebelakang hanya untuk memilih baju yang lebih bagus didalam kamar anda, karena itu akan membuat anda lebih lama lagi menggapai mimpi itu dan akan melihat kenyamanan-kenyaman lain yang ada didalam kamar anda. Beranilah untuk memiliki niatan bulat untuk meninggalkan kenyemanan-kenyamanan yang anda rasakan sebelumnya demi kenyamanan-kenyamanan lain yang belum anda rasakan. So, beranikah anda untuk meninggalkan kenyaman itu sejenak???
Minggu, 08 November 2009
TEORI KENNETH WALTZ DALAM BALANCE OF POWER
- Apakah Neorealis itu ?
- Apakah perimbangan kekuatan dengan sistem bipolar mampu menciptakan perdamaian dunia?
- Neorealisme
- Bipolar dalam Balance of Power
Minggu, 10 Mei 2009
PELESTARIAN KEBUDAYAAN TOPENG MALANGAN DITENGAH ERA GLOBALISASI DI KABUPATEN MALANG
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Globalisasi yang semakin meluas menjadikan sekat antara negara yang satu dengan negara yang lain begitu maya (borderless). Banyak sekali hal-hal yang ditawarkan dalam konsep gobalisasi tu sendiri, misalnya saja ideologi ataupun bahkan kebudayaan yang sebenarnya tanpa disadari telah membuat budaya lokal terkikis sedikit demi sedikit.
Kota Malang merupakan kota yang sebagian besar wilayahnya berupa dataran tinggi disertai panorama yang indah. Terbukti dengan banyaknya taman yang asri serta bangunan arsitektur Eropa yang sampai kini masih tetap dipertahankan. Banyaknya objek wisata menarik disertai dengan pelayanan masyarakat yang sangat begitu ramah. Jumlah penduduk Kota Malang kira-kira mencapai 700.000 dengan luas sekitar 124.456 kilometer persegi. Kepadatan penduduk mencapai 5.000-12.000 jiwa perkilometer persegi. Masyarakat Malang terdiri dari berbagai etnik ( terutama suku Jawa, Madura, sebagian kecil Arab dan China)
Kekayaan etnik dan budaya yang dimiliki Kota Malang berpengaruh terhadap kesenian tradisonal yang ada. Salah satunya yang terkenal adalah tari topeng , namun kini semakin tenggelam oleh kesenian modern. Gaya kesenian ini adalah wujud pertemuan gaya kesenian Jawa Tengahan (Solo, Yogya), Jawa Timur-Selatan (Ponorogo, Tulungagung, Blitar) dan gaya kesenian Blambangan (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi). Perpaduan itu beberapa budaya itu menyebabkan akar gerakan tari ini mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa, Madura dan Bali. (sitar Jawa) seruling Madura (yang mirip dengan terompet Ponorogo) dan karawitan model Blambangan.
Tari Topeng diperkirakan muncul pada masa awal abad 20 dan berkembang luas semasa perang kemerdekaan. Sampai saat ini Tari Topeng masih bertahan dan masih memiliki sesepuh yaitu Mbah Karimun yang tidak hanya memiliki keterampilan memainkan tari ini namun juga menciptakan model - model topeng dan menceritakan kembali hikayat yang sudah berumur ratusan tahun. Tari Topeng sudah mendekati kepunahan walaupun masih tetap mengikuti even-even penting kesenian tradisional tingkat nasional.
B. Rumusan Masalah
- Bagaimanakah sejarah keberadaan Topeng Malangan?
- Bagaimana Topeng Malangan dapat bertahan ditengah Era Globalisasi?
C. Tujuan
- Untuk mengetahui bagaimanakah sejarah topeng Malangan.
- Mengetahui bagaimanakah caranya melestarikan topeng Malangan dengan berbagai tantangan dari dunia luar.
PEMBAHASAN MASALAH
A. Sejarah Topeng Malangan.
Tari Topeng sendiri diperkirakan muncul pada masa awal abad 20 dan berkembang luas semasa perang kemerdekaan. Tari Topeng adalah perlambang bagi sifat manusia, karenanya banyak model topeng yang menggambarkan situasi yang berbeda, menangis, tertawa, sedih, malu dan sebagainya ( Drs. Sumarwahyudi, dkk.1999. Kerajinan Topeng).
Berdasarkan wawancara dengan istrinya Pak Karimun ( pengrajin Topeng Malang ), yaitu Mbah Siti Maryam, telah kami peroleh informasi tentang sejarah tari ini. Menurutnya, Tari Topeng diciptakan oleh Airlangga ( putra dari Darmawangsa Beguh ) dari Kerajaan Kediri. Ia kemudian menyebarkan seni tari itu sampai ke Kerajaan Singosari yang dipimpin oleh Ken Arok. Raja Singosari itu kemudian menggunakan Tari Topeng untuk upacara adat, drama tari yang terdiri dari kisah Ramayana, Mahabarata, dan Panji. Selain itu, Tari topeng juga digunakan untuk penghormatan pada para tamu dan ritual memuja arwah nenek moyang.
Kemudian pada awal penyebaran agama islam di Indonesia, para Wali Sanga mencoba memperbaiki tari topeng agar dapat disesuaikan dengan aturan agama islam. Diantaranya adalah dengan merubah tata busana Tari Topeng menjadi lebih sopan dan juga mengganti bahan alat musik Tari Topeng ( gamelan ) yang semula dari besi kemudian diganti kuningan. Tujuan penggantian bahan gamelan Tari Topeng menjadi kuningan adalah untuk memperkeras alunan musik tari tersebut. Karena dengan alunan yang keras, banyak rakyat yang akan datang ke tempat tarian itu. Dan para Wali Sanga dapat menyebarkan agama islam di tempat itu. Pada saat zaman penjajahan, tari topeng sudah hampir punah. Dan hanya pejabat-pejabat tinggi atau pemerintah Kolonial Belanda saja yang mengerti tentang Tari Topeng. Tetapi ada seorang pelayan Belanda bernama Panji Reni yang ditugaskan mencuci topeng . Ia kemudian tertarik untuk mempelajari tari tersebut. Akhirnya, ia mencoba membuat topeng di Polowijen, Blimbing dan ternyata hasilnya sangat memuaskan. Kemudian, ayah Pak Karimun ( Ki Man ) juga mempelajari Tari Topeng tersebut dan mencoba membuat topeng di Kedung Monggo, Kecamatan Pakisaji, Malang. Dan pada tahun 1933, Pak Karimun belajar menari topeng bersama ayahnya. Dan akhirnya ia menjadi pengrajin topeng serta pendiri sanggar tari karena takut Tari Topeng akan punah.
Macam-macam Topeng Malangan
Pembuatan Topeng Malangan.
Ada pula alat-alat khusus yang sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk membuat topeng Malangan ini, di antaranya adalah :
- Kapak atau gergaji, digunakan untuk membelah batang pohon yang masing berbentuk tabung dengan ukuran tinggi 21cm menjadi 2 bagian yang sama.
- Gergaji tangan, untuk memebentuk bagian atas topeng.
- Patuk, untuk membuat cekungan bagian dalam topeng.
- Tatah, untuk membentuk pola dasar ( muka ) topeng.
- Pangot
- Gergaji Pelat, untuk melobangi mata topeng.
- Kerok, untuk menipisi dan memperhalus bagian dalam topeng.
- Kayu (yang telah kami sebutkan jenisnya diatas tadi), dengan ukuran tinggi 21cm kemudian dibelah menjadi dua bagian yang sama (10,5cm).
- Kayu tersebut kemudian dibuat menjadi 7,5cm.
- Setelah menjadi ukuran 7,5cm, kayu tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk rangka sebuah wajah seperti pada gambar di atas.
- Setelah mendapatkan bentuk dasar dari topeng apa yang ingin dibuat, kemudian mulailah pembuatan ukiran pada atas topeng (lung luwe, dele kecer, kembang suryo, dan ukel).
- Membentuk pipi.
- Membentuk bibir.
- Memperhalus bentuk mata.
- Memperhalus bentuk ukiran rambut.
- Setelah semua sudah cocok dengan karakter yang diinginkan barulah memperhalus semuanya dengan ampelas halus.
- Setelah itu proses pewarnaan.
- Dan finishing.
Hingga tahun 2000-an paling tidak, ada 4 sentra pengembangan seni topeng malang. Selain di Glagahdowo, ada juga sentra topeng milik Ki Soleh di Mangundarmo, Tumpang, Kedungmonggo, Pakisaji milik Mbah Karimun, dan di Jabung Pakis. Perbedaan keempat sentra tersebut semata dimungkinkan karena pengaruh geografis serta interpretasi para pewarisnya. Dari itu muncul aliran-aliran khas daerah pembuatnya. Seperti halnya perbedaan tekstur topeng yang tergantung dari keterampilan para pembuatnya. Misalnya saja di Glagahdowo, tekstur Sekartaji terkesan lebih putih dan gemuk.
B. Pelestarian Topeng Malangan ditengah Era Globalisasi.
Selain dengan cara mewariskan karakter, tarian Topeng pada masyarakat sekitar serta membuat sanggar seni. Kabupaten Malang juga telah menyisipkan kebudayaan Malang ini sebagai salah satu kurikulum sekolah, terutama tingkat Menengah Pertama dan Menengah Umum. Bahkan di beberapa universitas seperti Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka juga memiliki jurusan seni tari dan salah satu kurikulumnya membahas tentang Tari Topeng Malangan. Dan Topeng Malangan sendiri juga tetap menjadi salah satu tujuan warga asing untuk menambah koleksi topeng mereka, seperti halnya Turis dari Belanda yang beberapa waktu yang lalu bertandah ke rumah Mbah Karimun untuk membeli salah satu koleksi topeng beliau.
Dunia maya yang semakin membanjir sebenarnya merupakan media yang sangat menguntungkan jika bisa digunakan secara maksimala. Karena media ini menjadi salah satu media pengenalan dan pemasaran Topeng Malangan. Dengan memasuki situs-situs tertentu yang tantunya berhubungan dengan kesenian khas Malang ini, maka kita dapat mengetahui bagaimanakah budaya Topeng Malangan baik masyarakat nasional bahkan internasional. Dan dari sanalah beberapa orang mengharapkan kebudayaan Topeng Malangan dapat tetap terjaga kelestariannya demi anak cucu kita kelak.
PENUTUP
Kesimpulan
- Sejarah Tari Topeng Malangan berawal dari Prabu Airlangga putra dari Darmawangsa Raja dari Kerajaan Kediri, kemudian ia menyebarkannya ke seluruh pelosok negeri termasuk Malang.
- Cara melestarikan Seni Tari Topeng Malang adalah dengan mempelajari tarian tersebut secara intensif, dan menyebarkannya lewat daerah-daerah atau lembaga pendidikan, serta memberi motivasi pada anak cucu untuk belajar menari, serta melalui media massa dan dunia maya.
Claire Holt. 2000. Melacak Jejak-jejak Perkembangan Seni Indonesia. Diterjemahkan oleh Soedarsono. Bandung : MSPI.
Dra. H.A.R.D. Kemalawati dan Dra. Kapti Asiatun. Oktober 1990. Tarian Daerah. Koentjaraningrat. 1979. Skripsi.
Drs. Sumarwahyudi, dkk. 1999. Kerajinan Topeng.
Edi Setyawati. 2002. Indonesian Heritage. Jakarta : Groiler International.
Kompas. Jum’at, 4 Januari 2002.
Sutirjo, dkk. Karya Ilmiah Remaja. Malang : Citra Mentari.
Soedarsono. 1979. Beberapa Catatan Tentang Seni Pertunjukan Indonesia. Yogyakarta : Konservatori.
http://rd.yahoo.com/M=210544.1579876.3135161.1261774/D=egroupweb/S=1705043464:M/A=776675/R=0/*
http://ads.track-star.com/adspace.ts?ts=1;2;217;107_220_105_264"target=_top>
http://us.a1.yimg.com/us.yimg.com/a/di/dietsmart/300x250_11_12.gif"alt
http://us.adserver.yahoo.com/l?M=210544.1579876.3135161.1261774/D
http://docs.yahoo.com/info/terms/
www.jawapos.com
www.sinarharapan.com
www.kompasgramedia.com
TERIMAKASIH.....
Selasa, 04 November 2008
Ralat Info Inka Record Terbaru
- Kontrak Rekaman.
- Promo Tour Nasional
- Hadiah Menarik lainnya.
- Tekhnikal Meeting akan di laksanakan tanggal 01-05 Desember 2008.
- Audisi Life akan diadakan tanggal 06-07 Desember 2008.
- Semi Final akan dilaksanakan tanggal 20-21 Desember 2008.
- Dan Grand Final akan di laksanakan tanggal 27-28 Desember 2008.
- Lokasi TMII
- Administrasi Audisi dan Festival Tingkat Nasional sebesar Rp.300.000, dan Peserta berhak untuk mengikuti Audisi Life.
- Sertakan Demo life dan profil peserta (Khusus Untuk Group Band dan syarat ini bisa Menyusul)
- Group Band Umum, Mahasiswa, Pelajar.
- Solo Pop dan Solo Dangdut (Usia Beranjak Remaja, Remaja dan Dewasa)
- Pop Cilik (Usia 5th – 13th)
- Abi : 085691060781 / 021-99913771
- Niken : 081367596683
- Teguh : 021-99835535
STUDI KASUS ABU GHURAIB TERHADAP PELANGGARAN INSTRUMEN HUKUM HUMANITER ( KONVENSI JENEWA TAHUN 1949 PASAL 13 )
Pelanggaran terhadap HAM terutama yang berkaitan dengan pelanggaran HAM berat termasuk salah satunya adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang diatur dalam Statuta Roma 19981, yang mana terkait dengan kasus Abu Ghuraib ini amatlah meresahkan dunia HAM Internasional. Kasus yang terjadi 4 tahun silam ini bermula dari masalah invasi Amerika ke Irak. Tentara AS yang dikirim ke Irak ternyata melakukan kekerasan terhadap para tawanan perang. Hal ini kemudian berlanjut pada pembunuhan 25 orang pengikut Imam Muqtada Al-Sadr. Semakin hari tentara AS semakin brutal. Mereka melakukan penindasan dan pelecehan seksual terhadap sejumlah tawanan perang Irak. Karena terbongkarnya kasus inilah kemudian dunia internasional mengambil sikap untuk segera menyelesaikan kasus ini dengan merujuk pada instrument hukum humaniter, Konvensi Jenewa 1949 pasal 13.
Melihat pada fakta yang ada, dengan banyaknya pelanggaran terhadap hukum humaniter dalam perang Irak ini, pertanyaan yang sering kali muncul adalah apakah hukum humaniter masih efektif berlaku dan apakah pelaku pelanggaran terhadapnya dapat dipersalahkan dan kemudian diadili dengan dalil melanggar hukum humaniter?
Perlindungan terhadap tawanan perang dalam konstelasi hukum internasional termasuk dalam hukum humaniter yang mana berisi tentang HAM yang secara spesifik ditujukan pada saat perang, perlindungan terhadap sejumlah orang yang tidak mengikuti perang serta tata cara dan metode berperang. Salah satu instrument yang mengatur tentang hal tersebut adalah Konvensi Jenewa yang telah diratifikasi oleh Amerika Serikat pada 2 Agustus 19552 dan 100 negara anggota PBB, sehingga dalam hal ini AS yang menjadi salah satu Negara pemrakarsa HAM ini telah memperlihatkan ketidakhormatannya terhadap prinsip-prinsip hukum dan HAM. Dalam Konvensi Jenewa pada pasal 13 disebutkan bahwa tawanan perang (prisioner of war) harus diperlakukan sama secara kemanusiaan dalam semua keadaan (must all times be humanly treated). Setiap perlakuan yang menyimpang dari pihak penahan adalah dilarang keras dan dikategorikan sebagai pelanggaran yang amat serius terhadap Konvensi Jenewa (serious brench to Geneva Convention). Kemudian, tawanan perang harus dilindungi setiap saat dari kekerasan, intimidasi, penghinaan, dan publisitas.3
Konvensi Jenewa amat eksplisit dalam melarang prajurit memperlakukan tawanan perang dengan tidak memanusiawikan mereka. Sehingga, dapat dikatakan bahwasanya hukum humaniter tidak berlaku efektif jika melihat dari kasus Abu Ghuaib yang telah dilakukan oleh AS ini. Meskipun demikian diharapakn pihak yang bersengketa tetap terikat dan wajib mematuhi hukum humaniter karena telah menjadi hukum kebiasaan internasional yang merupakan sumber-sumber hukum internasional.
Sedangkan, para pelanggar hukum humaniter di Irak sangat bisa dipersalahkan dan diadili. Kemudian, para pelaku tersebut dihukum setara dengan kejahatan perang karena hal ini adalah pelanggaran yang dapat meningkat menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan.
Sebenarnya, keinginan dari hukum humaniter amatlah simple. Hukum ini tidak melarang adanya perang ataupun mempermasalahkan bagaimana perang itu terjadi, melainkan hukum ini hanya ingin adanya ketegakan HAM dalam situasi apapun. Seperti halnya perlindungan terhadap warga sipil, tentara yang tidak mengikuti perang, serta tawanan perang memiliki hak yang sama dalam hukum dan layak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam artian yang manusiawi. Membuat perang lebih manusiawi, itulah inti dari keinginan hukum humaniter.
1 Romli Atmasasmita, Kapita Selekta Hukum Pidana Internasional, CV Utomo, Bandung, 2004, hlm.3
2 http://swaramuslim.net/morephp?id=P1900_0_1_0_C
Hyperlink http://swaramuslim.net/morephp?id=1869_0_1_26_m\t”_blank”
3 Boer Mauna, Hukum Internasional Pengertian Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Global, Penerbit Alumni, Bandung, 2003.
Kamis, 07 Agustus 2008
Ayooooooooooooooooooo...!!!
Adu Kemampuan Anda dalam bermusik dan Buktikan Kalo Kamu Memang layak Go Nasional Bersama Kami....
.....DAFTARKAN SEGERA......
AUDISI & FESTIVAL MUSIK MERAIH BINTANG INDONESIA
Kategori :
BAND PELAJAR
BAND MAHASISWA
BAND UMUM
SOLO POP
SOLO DANGDUT
Syarat :
Biaya Administrasi Rp. 300.000,-
Menyerahkan Contoh Lagu Via Rekaman Kaset/Cd/Vcd
Untuk Group Band, Lagu karya Sendiri.
Foto Group Band Atau Penyanyi Ukuran 4R.
AUDISI 25 - 31 OKT 2008 TMII
SEMI FINAL 01 - 02 NOV 2008 TMII
GRAND FINAL 08 - 09 NOV 2008 TMII
Office :
PT. INTAN KHARISMA RECORD
JL. JENDRAL SUDIRMAN NO.2 GeDunG ARTHALOKA Lt.14
Jakarta Selatan 10220.
E-mail : inka_record@yahoo.com
Contact Person : 021 99835535 ( Wahyu )
085691060781 ( aBid )
Senin, 21 Juli 2008
political-INTERVENSI AMERIKA SERIKAT MEMPENGARUHI STABILITAS POLITIK DI TIMUR TENGAH
DI TIMUR TENGAH
- KEPENTINGAN YANG DIMILIKI OLEH AMERIKA DI TIMUR TENGAH.
- INTERVENSI AMERIKA DI TIMUR TENGAH.





