Powered By Blogger

Selasa, 31 Januari 2012

PERNIKAHAN



A. Pengertian Pernikahan
Pernikahan itu merupakan upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan nnorma sosial. Upacara pernikahan  memiliki banyak ragam dan variasi menurut tradisi suku bangsa, agama, budaya, maupun kelas sosial. Penggunaan adat atau aturan tertentu kadang-kadang berkaitan dengan aturan atau hukum agama tertentu pula. Pengesahan secara hukum suatu pernikahan biasanya terjadi pada saat dokumen tertulis yang mencatatkan pernikahan ditanda-tangani. Upacara pernikahan sendiri biasanya merupakan acara yang dilangsungkan untuk melakukan upacara berdasarkan adat-istiadat yang berlaku, dan kesempatan untuk merayakannya bersama teman dan keluarga. Wanita dan pria yang sedang melangsungkan pernikahan dinamakan pengantin, dan setelah upacaranya selesai kemudian mereka dinamakan suami istri dalam perkawinan.
Secara etimologi, pernikahan memiliki bentukan kata benda dari kata dasar nikah, kata itu berasal dari bahasa arab yaitu kata nikkah yang berarti perjanjian perkawinan, berikutnya kata itu berasal dari kata lain dalam bahasa arab juga yaitu kata nikah yang berarti persetubuhan.
Pernikahan dalam Islam merupakan fitrah manusia agar seorang muslim dapat memikul amanat tanggung jawabnya yang paling besar dalam dirinya terhadap orang yang paling berhak mendapat pendidikan dan pemeliharaan. Pernikahan memiliki manfaat yang paling besar terhadap kepentingan-kepentingan sosial lainnya. Kepentingan sosial itu adalah memelihara kelangsungan jenis manusia, memelihara keturunan, menjaga keselamatan masyarakat dari segala macam penyakit yang dapat membahayakan kehidupan manusia serta menjaga ketenteraman jiwa. Pernikahan memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu membentuk suatu keluarga yang bahagia, kekal abadi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan rumusan yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 1 bahwa: "Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang wanita dengan seorang pria sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa."
Sesuai dengan rumusan itu, pernikahan tidak cukup dengan ikatan lahir atau batin saja tetapi harus kedua-duanya. Dengan adanya ikatan lahir dan batin inilah perkawinan merupakan satu perbuatan hukum di samping perbuatan keagamaan. Sebagai perbuatan hukum karena perbuatan itu menimbulkan akibat-akibat hukum baik berupa hak atau kewajiban bagi keduanya, sedangkan sebagai akibat perbuatan keagamaan karena dalam pelaksanaannya selalu dikaitkan dengan ajaran-ajaran dari masing-masing agama dan kepercayaan yang sejak dahulu sudah memberi aturan-aturan bagaimana perkawinan itu harus dilaksanakan. Dari segi agama islam, syarat sah pernikahan penting sekali terutama untuk menentukan sejak kapan sepasang pria dan wanita itu dihalalkan melakukan hubungan seksual sehingga terbebas dari perzinaan. Zina merupakan perbuatan yang sangat kotor dan dapat merusak kehidupan manusia. Dalam agama Islam, zina adalah perbuatan dosa besar yang bukan saja menjadi urusan pribadi yang bersangkutan dengan Tuhan, tetapi termasuk pelanggaran hukum dan wajib memberi sanksi-sanksi terhadap yang melakukannya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, maka hukum Islam sangat memengaruhi sikap moral dan kesadaran hukum masyarakatnya.

B.  Pernikahan Menurut Islam
Agama Islam menggunakan tradisi perkawinan yang sederhana, dengan tujuan agar seseorang tidak terjebak atau terjerumus ke dalam perzinaan. Tata cara yang sederhana itu nampaknya sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 2 ayat 1 yang berbunyi: "Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya." Dari pasal tersebut sepertinya memberi peluang-peluang bagi anasir-anasir hukum adat untuk mengikuti dan bahkan berpadu dengan hukum Islam dalam perkawinan. Selain itu disebabkan oleh kesadaran masyarakatnya yang menghendaki demikian. Salah satu tata cara perkawinan adat yang masih kelihatan sampai saat ini adalah perkawinan yang tidak dicatatkan pada pejabat yang berwenang atau disebut nikah siri. Perkawinan ini hanya dilaksanakan di depan penghulu atau ahli agama dengan memenuhi syariat Islam sehingga perkawinan ini tidak sampai dicatatkan di kantor yang berwenang untuk itu.

C. Syarat Dalam Pernikahan
Perkawinan sudah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan. Adapun yang termasuk dalam rukun perkawinan adalah sebagai berikut:
  • Pihak-pihak yang melaksanakan akad nikah yaitu mempelai pria dan wanita.
  • Adanya akad (sighat) yaitu perkataan dari pihak wali perempuan atau wakilnya (ijab) dan diterima oleh pihak laki-laki atau wakilnya (kabul).
  • Adanya wali dari calon istri.
  • Adanya dua orang saksi.
Apabila salah satu syarat itu tidak dipenuhi maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah, dan dianggap tidak pernah ada perkawinan. Oleh karena itu diharamkan baginya yang tidak memenuhi rukun tersebut untuk mengadakan hubungan seksual maupun segala larangan agama dalam pergaulan. Dengan demikian apabila keempat rukun itu sudah terpenuhi maka perkawinan yang dilakukan sudah dianggap sah.
Perkawinan di atas menurut hukum Islam sudah dianggap sah, apabila perkawinan tersebut dihubungkan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 pasal 2 ayat 2 tahun 1974 tentang perkawinan itu berbunyi: "Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku." Dipertegas dalam undang-undang yang sama pada pasal 7 ayat 1 yang menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita telah mencapai usia 16 tahun. Jika masih belum cukup umur, pada pasal 7 ayat 2 menjelaskan bahwa perkawinan dapat disahkan dengan meminta dispensasi kepada pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita.
Menikah merupakan penyatuan dua orang yang berbeda jenis (pasangan) yang memilliki kelebihan dan kekurangan dan saling melengkapi bukan menyatukan pasangan yang masing masing atau salah satunya sudah sempurna (because “nobody’s perfect”) dengan kekurangan dan kelebihan yang ada, maka setiap pasangan akan merasakan arti penting dirinya masing-masing dalam sebuah keluarga. Bayangkan jika salah satu dari pasangan saja sempurna, maka tidak ada artinya lagi pasangan yang satu lagi karena merasa tidak memiliki arti lagi bagi pasangan yang sudah sempurna. Bersyukurlah Allah memberikan kekurangan dan kelebihan kepada kita semua agar setiap manusia dapat saling bekerja sama, saling memberi arti satu sama lain, dan saling memberikan ladang untuk beramal di jalan-Nya.

Minggu, 15 Januari 2012

MENJADI SANTAN, BUTUH WAKTU


         Pantai pesisir yang begitu indah di sore hari, dengan semilir angin yang membuat suasana makin membuai kita. Semestinya, begitu besar syukur kita atas apa yang diciptakan oleh Tuhan kita. Di sisi lain dari tersebut terdapat pohon kelapa yang tinggi menjulang. Buah mereka lumayan banyak dan beberapa dari mereka sudah siap panen.
            Sejurus kemudian ada sesosok laki-laki memanjat pohon kelapa yang buahnya sudah masak. Laki-laki tersebut menjatuhkan buah kelapa 5 buah, lalu membawanya pulang. Setelahnya, laki-laki tersebut membuang sabut kelapa dari buahnya. Lalu, sabut kelapa selesai berganti pada tempurung kelapa yang dikuliti menggunakan parang. Setelahnya, kelapa yang telah gundul tersebut harus mengalami proses lagi yaitu pembuangan kulit tipisnya yang berwarna coklat supaya hasil santan yang didapat berwarna putih. Kemudian barulah laki-laki tersebut membawa 5 buah kelapa tadi pada ibu-ibu yang bertugas untuk memarut kelapa-kelapa itu agar bisa diperas santannya yang kemudian dipergunakan untuk membuat kue ataupun masakan yang lain.
            Proses yang begitu panjang untuk menjadi setetes santan. Santan yang bisa lebih berharga daripada sekedar menjadi kelapa tua yang belum tentu memiliki nilai jual yang tinggi. Dari sini dapat kita ambil analoginya. Bahwasanya, untuk menjadi seseorang yang luar biasa banyak perjalanan yang dilalui. Dan perjalanan tersebut butuh proses yang panjang, penuh dengan cobaan, dan memerlukan harga yang tidak murah untuk membeli kesuksesan tersebut. Pengorbanan waktu, dikala yang lain sedang menikmati hangatnya teh disore hari, kita harus mengorbankan waktu kita untuk sekedar ‘melatih’ diri kita menjadi sesuatu yang kita ingini. Ataupun mengorbankan harta kita. Disaat yang lain bisa membelanjakan uang untuk barang fashion yang sedang trend saat itu, sedangkan kita harus menyisihkannya untuk membeli barang yang menjadi alat pencapaian dari mimpi kita. Ataupun mengorbankan waktu kita untuk memikirkan perencanaan daripada impian kita, kita memerlukan langkah-langkah yang harus kita pikirkan sejak awal. Merencanakan cita-cita kita secara realistis dan detail jika mampu. Tentunya, rencana itupun ada yang tidak sesuai dengan harapan kita nantinya. Dan yang menjadikan kita menjadi “santan” yang memiliki nilai jual lebih itu yang kita harus miliki, sikap yang mampu untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita. Banyak rintangan dan pilihan yang menjadi keputusan bijak kita sejak awal. Sehingga, kita harus cerdas untuk mempergunakan harta, waktu, pikiran, ataupun apapun yang kita miliki untuk kita gunakan dalam proses meraih impian besar kita. Bermimpilah secara bijak……

Rabu, 04 Januari 2012

'AKU HANYA INGIN BERPACARAN DAN BERSUAMI DENGAN ORANG YANG SUKA MEMBACA'


SHARING DENGAN TEMAN

Sekedar ingin menunjukkan hasil sharing saya yang agak berhubungan dengan masalah masa depan atau apalah kata anda. Mungkin, dari sebagian orang yang membaca judul diatas merasa bahwasanya orang yang memiliki pendapat seperti itu adalah orang-orang yan terlalu pemilih. Namun, disini saya akan tunjukkan bagaimana satu kalimat diatas yang menjadi judul cerita saya ini menjadi sebuah rahasia yang semestinya diketahui oleh orang-orang yang telah siap menjalani sebuah hubungan lain jenis.
      Ketika kita melihat seseorang yang dermawan, tampan, dan tajir. Pastilah kita memimpikan sosok itu menjadi pasangan kita. Ataupun seseorang yang baik hati, sopan, taat pada aturan dan agama, serta pancasila. Maka kita menginginkan orang seperti itu ada untuk kita, disamping kita,. Namun, tunggu sebentar. Kalau mereka tajir, tampan, taat pada aturan, tapi kalau ngobrol sama kita nggak nyambung dan bengong aja jadinya seperti apa ya? (bayangkan sendiri)
      Eh, ternyata ada orang lain yang kita temui dan orang itu enak diajak ngobrol ngalor-ngidul, kekiri kekanan, ke Jakarta sampai Surabaya, ternyata mengerti dan pengetahuannya luas. Ngomong-ngomong, orang tersebut dapatnya ilmu dari mana ya? Kok bisa berbicara tentang banyak hal, sumbernya dari mana ya?. Tentunya, dia bersekolah, diajarin sama ibu atau bapak guru. Selain itu, apakah hanya dari bersekolah? Tentunya dari media lain, sharing dengan teman, mendengarkan dari radio, melihat dari televisi ataupun media lain. Nah lhoh.......
      Kita akan merasa nyaman ketika kita jalan dengan orang yang seperti itu tentunya, banyak pengetahuan. Dan ketika kita selidiki lagi, tentunya  dia suka membaca. Dari membaca kita bisa tahu hal yang sebelumnya belum kita mengerti, dari membaca kita tahu tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya, dari membaca kita tahu banyak hal. Dan saya hanya akan berpacaran atau bersuami dengan orang yang suka membaca. Kita telusuri tadi dari segi kenyamanan kita sharing atau sekedar ngobrol. Dan akhirnya kita betah berlama-lama dengan orang tersebut dan benih-benih sayang akan semakin bertambah, hohoho.......
      Masalah yang lebih serius lagi adalah, ketika pacar kita telah menjadi suami kita nantinya. Ketika malam pertama, tentunya sebelum bulan madu banyak hal yang diperbincangkan sebelum melakukan hubungan intim dengan suami kita. Ketika dalam perbincangan tersebut ternyata suami atau istri kita, kita ajak ngobrol dan hanya bengong. Maka, rasa kita untuk melakukan hubungan tersebut akan menurun. Mungkin karena kita illfeel atau merasa tidak nyaman. Kan jadinya, tidak menjadi malam yang kita tunggu-tunggu selama ini. Melainkan sebuah rasa yang nantinya membuat hubungan rumah tangga kita menjadi tidak harmonis lagi. Hal inilah, yang kemudian saya dengan teman saya obrolkan. Ternyata dampak dari pengetahuan seseorang bukan hanya pada saat hari dimana dia mengalami suatu kejadian. Melainkan ada faktor yang lebih mengerikan lagi. Belum lagi nantinya jika kita memiliki anak dan suatu hari si anak bertanya tentang sutau hal yang kita menjawabnya asal-asalan, maka bisa jadi disekolah ketika dia ditanya didepan kelas dengan pertanyaan yang sama yang dilontarkan kepada suami atau istri anda dan jawabannya adalah jawaban yang anda berikan dengan asal-asalan tadi, anda bisa membayangkan sendri bagaimana keadaaanya. Bisa jadi anak kita tidak percaya lagi terhadap kita dan bukan menganggap diri kita pahlawan mereka.

So, teman... mulailah dari sekarang untuk membaca apapun. Tidak ada ruginya ketika kita mau meluangkan sedikit waktu dari hari-hari kita untuk membaca. Bisa jadi, dari sedikit membaca itu kita bisa mendapatkan pasangan yang lebh dari yang kita harapkan selama ini. Jangan malas untuk memulai membaca, meski hanya 1 paragraf.....

Rabu, 28 Desember 2011

PROSES, MENJADIKAN LEBIH BERHARGA


      Pagi tadi, saya sedang membantu ibu memasak sebuah masakan favorit keluarga kami. Ibu meracik bumbu dan saya yang menyiapkan bahan-bahannya. Proses pengadaan bahan tidak memakan waktu yang cukup lama. Namun, bahan dasarnya harus diiris sedemikian rupa sehingga sempurna dalam proses pematangannya. Sayuran yang ukurannya besar tentu harus dikupas dahulu sebelum diiris. Begitu juga cabai yang kecil juga melalui proses yang panjang untuk menjadi bumbu yang lezat, tentunya barengan dengan teman-temannya yang memiliki kekhasan tersendiri tentang rasa.
     Untuk menjadi sebuah masakan yang sempurna menurut ibu saya, saya dan keluarga saya. Tentunya bahan dasar dan bumbu-bumbu itu akan mengalami peracikan, pengrisan, pengulekan, serta pemanasan. Yang pada akhirnya nanti masakan tersebut dapat kami santab dengan enak.
     Memasak inilah yang saya maksud dengan proses disini. Bukan hanya proses satu  bahan, tetapi bahan yang lain juga. Banyak jenis bahan yang berbeda rasa, berbeda tingkat kekerasan, dan berbeda kandungan gizi. Perbedaan itulah yang disini saya analogikan sebagai diri kita, teman kita si A, dan atau saudara kita si C. kita bekerjasama dengan banyak orang dalam kehidupan kita untuk menghasilkan keharmonisan bekerja ataupun dalam kehidupan sosial yang lain. Komposisi pemotongan yang kita perlukan ketika kita berhubungan dengan satu orang tentunya berbeda perlakuan dengan orang lainnya. Proses pengupasan tentang berperilaku, bertutur kata, ataupun hal lain perlu diperhatian secara seksama untuk menuju keharmonisan. Setelah pengupasan dan ppencampuran bahan itu telah sesuai dengan komposisi, tentunya ada proses pemanasan untuk membuat bahan-bahan tersebut siap untuk disajikan. Pemanasan tersebut berupa permasalahan yang kita hadapi dalam kerjasama kita dengan orang lain yang tentunya memiliki karakter yang berbeda dengan kita. Jika dalam proses pemanasan tersebut kita berhasil melewati, maka kita akan mencapai keharmonisan dalam hubungan kita dengan orang lain. Dan tentunya hal tersebut membuat kehidupan sosial kita menjadi lebih baik, begitu juga jika hal ini kita lihat dalam kerjasama ditempat kerja kita. Harmonis dimanapun, akan membuat kehidupan kita lebih berarti dihadapan orang lain. Proses itu sangatlah penting dalam kehidupan kita.

Jadi, marilah mulai dari sekrang kita menghargai proses kehidupan kita sebagai sesuatu ang menyenangkanuntuk kemudian kita ambil hikmah yang tersirat dibaliknya.

Proses itu, sarat akan hikmah. Kuaklah....

Kamis, 22 Desember 2011

CORAT-CORET TENTANG IBU

Dulu sekali, dalam benak saya sosok ibu adalah seseorang yang memberikan saya uang jajan setiap hari (my mom is my ATM, wkwkwkwk…..), member saya makan dan menyiapkan segala keperluan sekolah saya. Saya saat itu masih duduk dibangku sekolah dasar yang masih ingusan dan masih cengeng (kalo cengeng sampai sekarang ceh sebenarnya, hehehe…..). Maklumlah, namanya anak usia segitu belum mengerti apa arti pengorbanan atau kasih sayang yang diberikan oleh seorang ibu melalui perhatiannya setiap hari. Yang saya tahu hanyalah belajar, bermain, dan tidur (uhuuuiiii….enak sekali hidup pada masa itu, nggak mikir masalah hidup yang berat cuy….).
              Sekedar membuka memori masa kecil saya. Ibu saya sering sekali marah kepada saya bahkan sampai mencubit lengan saya hingga biru lantaran saya tidak mau menurut kepada ibu. Saya adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Kalau siang hari pada saat SD dan SLTP saya diharuskan ibu untuk tidur siang. Tapi nyatanya, yang ada saya malah main dengan tetangga belakang rumah ataupun teman-teman saya yang lain. Entah ke sawah, entah ke tambak. Pokoknya ada saja yang saya telusuri dan saya mainkan, sampai-sampai pada usia tersebut kulit saya hitam. Tapi ya begitulah ibu saya, menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya meski dengan cara yang mungkin agak menjengkelkan, but now I know that is your love how…
              Menginjak usia yang semakin dewasa, SLTA. Saya sudah berpisah dengan keluarga saya untuk menuntut ilmu dikota anatah berantah. Awal mulanya saya merasa senang sekali karena mendapatkan kebebasan untuk menetunkan pilihan-pilihan kecil dalam hidup saya. Setengah bulan berlalu, saya belum pula ingin pulang kerumah. Namun, diakhir-akhir minggu masa liburan sekolah ada rasa yang membuat saya rindu akan rumah. Ternyata, itu dikarenakan ingin mencicipi masakan ibundaku tersayang, hehehe….. Baru pada saat itulah saya benar-benar merasakan rindu kepada sosok ibu yang dulu selalu mendekap saya dikala saya sakit demam atau sekedar memeluk saya disaat saya tidur (jadi rindu masa-masa itu). Dan semakin bertambahnya usia saya menjadi semakin mengerti bagaimana pengorbanan orang tua apalagi seorang ibu yang sejak sebelum kita melihat dunia, masih dalam perut ibu, bagaimana pengorbanannya selama mengandung anak-anaknya. Tak akan bisa dibayar oleh harta apapun didunia ini. Saya benar-benar merasakan jerih payahnya untuk membesarkan anak-anaknya hingga menjadi orang-orang yang sukses dan disaat memiliki masalah yang besar kemarinlah saya benar-benar merasakan bahwa ibu saya adalah malaikat yang Allah kirim untuk saya, malaikat yang telah usang sayapnya karena terkena peluh keringat untuk mengusahakan kebahagiaan anak-anaknya.
          Dan dihari ibu sekarang ini, saya hanya bisa mengucapkan “terima kasih Allah, karena telah mengirimkan malaikat pemberi segalanya kepada saya sebagai tangan panjang dariMu. Limpahkanlah Rohman dan Rohim-Mu yang tak terhingga kepada beliau melebihi kasih sayangnya kepada hamba. Apapun permasalahan yang ibunda saya hadapi dariMu sebagai proses kenaikan pangkatnya diharibaanMu nanti, jadikanlah beliau sabar, sabar yang tanpa batas dan tegar, tegar yang tanpa patah. Kabulkanlah do’a anak yang belum bisa membahagiakan kedua orang tuanya ini ya Tuhan, Allah Yang Mengetahui Segalanya dan Pemberi Segalanya, Amiin Ya Robbal ‘alamin…….”

Senin, 19 Desember 2011

JADI SENSITIF DI KALA HAMIL

Sebenarnya hal yang wajar perilaku ibu hamil jadi terkesan aneh-aneh. Penyebabnya tak lain adalah perubahan hormonal.
“Haduh, istriku jadi uring-uringan terus sejak hamil. Ia jadi cemburuan. Aku pulang sedikit terlambat saja, sudah ditanya macam-macam," keluh seorang suami yang istrinya tengah hamil”.
Nah, kepada para suami dimohon maklum atas perilaku istrinya yang tengah mengalami perubahan hormon ini. Jika istri yang tengah hamil jadi berperilaku tidak biasa. Yang tadinya sabar jadi cepat naik darah yang tadinya rajin mendadak jadi malas, yang semula mandiri jadi manja, atau yang biasanya selalu memperhatikan suami kini malah ingin lebih diperhatikan. Lantaran hal itulah, saat memutuskan untuk hamil, istri dan suami harus benar-benar siap fisik dan mental. Jadi saat terjadi perubahan, entah itu perubahan fisik maupun perilaku, baik istri maupun suami tidak terlalu kaget menghadapinya. Jangan sampai perubahan ini membuat hubungan suami istri jadi tidak harmonis, karena memang sangat mungkin pasangan dibuat jengkel karenanya. Inilah saran dari Dra. M. Louise M.M.Psi., untuk para suami yang bingung menghadapi perubahan psikis pada istri yang tengah hamil.

CENDERUNG MALAS
Para suami perlu memahami bahwa kemalasan ini bukan timbul begitu saja, melainkan pengaruh perubahan hormonal yang sedang dialami istrinya. Jadi tidak ada salahnya bila suami menggantikan peran istri untuk beberapa waktu. Misalnya, dengan menggantikannya membereskan tempat tidur, membuat kopi sendiri, atau bila tidak punya pembantu suamilah yang mencuci piring atau mencuci baju.

LEBIH SENSITIF
Biasanya, wanita yang hamil juga berubah jadi lebih sensitif. Sedikit-sedikit tersinggung, lalu marah. Jadi, apa pun perilaku ibu hamil yang dianggap kurang menyenangkan, hadapi saja dengan relaks dan santai. Anggap hal tersebut adalah anugrah dari Tuhan sebagai pembentuk kesabaran yang lebih kepada kita. Ingatlah bahwa dampak perubahan psikis ini nantinya bakal hilang. Bukan apa-apa, bila suami membalas kembali dengan kemarahan, bisa-bisa istri semakin tertekan sehingga berpengaruh pada pertumbuhan calon anak anda nantinya.

MINTA PERHATIAN LEBIH
Perilaku lain yang kerap "mengganggu" adalah jika istri tiba-tiba lebih manja dan selalu ingin diperhatikan. Meskipun baru pulang kerja dan sangat letih, usahakan untuk menanyakan keadaannya saat itu. Perhatian yang diberikan suami, walau sedikit, bisa memicu tumbuhnya rasa aman yang baik untuk pertumbuhan janin. Demikian pula ketika istri merasakan pegal-pegal dan linu pada tubuhnya. Istri sering meminta suami untuk mengusap tubuhnya. Sebaiknya, lakukan sambil memberikan perhatian dengan mengatakan bahwa hal ini memang sering dialami wanita yang sedang hamil dan diperlukan kesabaran untuk menghadapinya.

MUDAH CEMBURU
Tidak jarang, sifat cemburu istri terhadap suami pun muncul tanpa alasan. Pulang telat sedikit saja, istri akan menanyakan hal macam-macam atau jika ada hal yang aneh sedikit saja dari suaminya, perkataan ataupun yang lainnya. Mungkin, selain perubahan hormonal, istri pun mulai tidak percaya diri dengan penampilan fisiknya. Ia takut bila suaminya pergi dengan wanita lain. Untuk menenangkannya, suami perlu menjelaskan dengan bijaksana bahwa keterlambatannya atau perubahan yang dianggap tidak wajar oleh istrinya larena cemburu yang berlebihan ini dikarenakan hal-hal yang memang sangat penting dan bukan karena perselingkuhan. Bila perlu, ceritakan dengan terperinci aktivitas hari itu dari pergi sampai pulang dan tidak ada yang ditutupi dengan alasan apapun.

AKIBAT HORMON PROGESTERON
Dr. Dwiana Ocvianti, Sp.OG., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, menjelaskan perubahan perilaku pada ibu hamil merupakan hal wajar karena produksi hormon progesteronnya sedang tinggi. Hal inilah yang mempengaruhi banyak hal, termasuk psikis ibu. "Perubahan hormon yang terjadi pada ibu hamil sebenarnya sama persis dengan perubahan hormon pada wanita yang sedang mengalami siklus haid," ujar ginekolog yang akrab disapa Ovi. Memang, perubahan hormon yang terjadi tidak selamanya akan mempengaruhi psikis ibu hamil. Ada juga yang perilakunya tidak berubah. Hal ini, disebabkan kerentanan psikis setiap orang yang berbeda-beda. Daya tahan psikis itu sendiri dipengaruhi oleh kepribadian, pola asuh sewaktu kecil, atau kemauan ibu untuk belajar menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.
Tak jauh berbeda, Lusi yang merupakan psikolog klinis di Klinik Psikologi Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, menuturkan biasanya ibu yang menerima atau bahkan sangat mengharapkan kehamilan akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan. Secara fisik dan psikis, mereka lebih siap. Berbeda dari ibu yang tidak siap, umpamanya karena kehamilannya tidak diinginkan, umumnya merasakan hal-hal yang lebih berat. Begitu pula dengan ibu yang sangat memperhatikan estetika tubuh. Dia akan merasa terganggu dengan perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan. Seringkali ibu sangat gusar dengan perutnya yang semakin gendut, pinggul lebih besar, payudara membesar, rambut menjadi kusam, dan sebagainya. Tentu hal ini akan semakin membuat psikis ibu menjadi tidak stabil. Perubahan psikis umumnya lebih terasa di trimester pertama kehamilan. Kala itu pula, ibu masih harus menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan hormon yang terjadi. Lalu berangsur hilang di trimester kedua dan ketiga karena ibu sudah bisa menyesuaikan dirinya.

WASPADAI PERUBAHAN BERLEBIHAN
Perubahan perilaku pada ibu hamil, jika kadarnya masih normal, tidak akan mengganggu proses tumbuh kembang janin. Namun, Ovi dan Lusi sepakat
bahwa ada batasan yang mesti diwaspadai, yakni saat perilaku ibu sudah "keterlaluan". Kriteria keterlaluan memang terkesan rancu, tapi yang pasti waspadai jika ibu terlihat dilanda kecemasan berlebih atau stress sehingga perilakunya bisa "membahayakan" janin. Misalnya, kemalasan ibu sampai membuatnya masa bodoh dengan kehamilannya. Atau kemarahan yang terjadi sudah sering berubah menjadi amukan yang luar biasa. Menurut Lusi, kondisi psikis yang terganggu akan berdampak buruk pada aktivitas fisiologis dalam diri ibu. Umpamanya, suasana hati yang kelam dan emosi yang meledak-ledak dapat mempengaruhi detak jantung, tekanan darah, produksi adrenalin, aktivitas kelenjar keringat dan sekresi asam lambung. Di samping itu, dapat pula memunculkan gejala fisik seperti letih, lesu, gelisah, pening, dan mual. Semua dampak ini akhirnya akan merugikan pertumbuhan janin karena si kecil sudah dapat merasakan dan menunjukkan reaksi terhadap stimulasi yang berasal dari luar dirinya. Apalagi masa trimester pertama merupakan masa kritis menyangkut pembentukan organ tubuh janin.

Oleh karena itu, walaupun sifat pemalas, pemarah, sensitif, dan manja wajar muncul di masa hamil, Ovi tetap menganjurkan agar ibu segera mengatasinya. Banyak hal yang bisa dilakukan. Jika perubahan ini ditanggapi secara positif, baik ibu maupun janin akan lebih sehat kondisinya. Inilah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan munculnya dampak psikis yang negatif:

1.Menyimak Informasi Seputar kehamilan
Berbagai informasi mengenai kehamilan bisa didapat dari buku, majalah, koran, tabloid, atau situs kehamilan di internet. Dengan mengetahui akar masalah yang terjadi maka ibu bisa lebih tenang menghadapi kehamilan. Ibu pun jadi tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Sebaliknya, jika tidak berusaha mencari tahu terhadap perubahan pada dirinya, tak mustahil akan timbul berbagai perasaan yang mungkin saja sangat mengganggu kondisi psikis.

2.Kontrol Teratur
Kontrol bisa dilakukan pada dokter kandungan atau bidan. Saat konsultasi, ibu bisa menanyakan tentang perubahan psikis yang dialami. Biasanya, bila ibu perlu penanganan lebih serius, dokter atau bidan akan menganjurkan ibu untuk menemui psikolog atau psikiater yang dapat membantu kestabilan emosi.


3.Perhatian Suami
Perhatian yang diberikan oleh suami bisa membangun kestabilan emosi ibu. Misalnya, ibu bisa saja meminta suami untuk menemaninya berkonsultasi ke dokter atau bidan agar merasa lebih nyaman karena ada perhatian dari pasangan.

4. Jalin Komunikasi
Jangan pernah menutupi perubahan psikis yang terjadi, tetapi komunikasikanlah hal itu kepada suami. Dengan begitu diharapkan suami bisa berempati dan mampu memberi dukungan psikologis yang dibutuhkan. Dukungan dari lingkungan, terutama suami, sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi ibu hamil. Sebaliknya, perasaan ibu hamil yang dipendam sendiri tidak akan membawa perubahan. Suami tetap tidak acuh dan masalah ibu jadi berkepanjangan.

5.Beraktivitas
Sangat dianjurkan agar ibu mencari aktivitas apa pun yang dapat meredakan gejolak perubahan psikis. Bisa dengan menjahit, melukis, bermain musik, menulis atau apa pun. Umumnya, ibu yang aktif di luar rumah bisa mengatasi berbagai perubahan psikisnya tersebut dengan lebih baik.

6.Perhatikan Kesehatan
Tubuh yang sehat akan lebih kuat menghadapi berbagai perubahan, termasuk perubahan psikis. Kondisi ini bisa terwujud dengan berolahraga ringan dan memperhatikan asupan gizi. Hindari mengonsumsi makanan yang dapat membahayakan janin, seperti makanan yang mengandung zat-zat aditif, alkohol, rokok, atau obat-obatan yang tidak dianjurkan bagi kehamilan.

7.Relaksasi
Bila ingin mendapatkan perasaan yang lebih relaks, ibu bisa mengatasinya dengan mendengarkan musik lembut, belajar memusatkan perhatian sambil mengatur napas, senam yoga, meditasi dan bentuk relaksasi lainnya.